4 Jenis Masalah Menstruasi yang Perlu Dihindari!

Setiap perempuan penting memahami berbagai jenis masalah menstruasi yang perlu dihindari. 

Mulai dari siklus menstruasi yang tidak teratur, nyeri perut, hingga volume darah berlebihan dapat menjadi tanda adanya gangguan tertentu. 

Anda tidak boleh mengabaikan tanda-tanda masalah yang muncul tersebut. Pasalnya, membiarkannya terlalu lama dapat meningkatkan risiko pada kesehatan reproduksi dan tubuh. 

Apa Saja Jenis Masalah Menstruasi yang perlu Dihindari?

Ada beberapa gangguan atau masalah menstruasi yang muncul dan perlu Anda waspadai. Berikut pembahasan lengkapnya:

1. Darah Menstruasi Keluar Berlebihan

Kondisi ini bernama menorrhagia yang terjadi ketika perempuan mengeluarkan darah menstruasi dalam jumlah banyak sampai harus menggunakan dua lapisan pembalut dan rutin menggantinya. 

Penyebab dari menorrhagia sendiri antara lain radang vagina dan leher rahim, gangguan hormon, hingga kelainan fungsi pembekuan darah. 

Karena darah yang keluar berlebihan, Anda berisiko mengalami gejala anemia seperti pucat dan lemas. 

2. Tidak Mengalami Menstruasi

Kebalikan dari masalah menstruasi pada poin pertama, masalah yang kedua ini bernama amenorea atau tidak mengalami menstruasi. Ada dua jenis amenorea yaitu primer dan sekunder. 

Untuk kasus primer, artinya belum pernah menstruasi sekali pun sampai usianya 16 tahun. Biasanya karena masalah genetik atau ovarium. 

Sementara amenorea sekunder adalah kondisi ketika perempuan belum menstruasi sama sekali selama 3 bulan atau lebih padahal tidak hamil. Penyebabnya beragam bisa karena menopause, stress berat, atau terlalu keras berolahraga. 

3. Siklus Menstruasi yang Jarang

Jenis masalah menstruasi yang perlu dihindari berikutnya adalah jarang datang bulan atau istilahnya oligomenorea

Kondisi ini mengacu pada perempuan yang dalam setahun mengalami menstruasi kurang dari 8-9 kali. 

Umumnya, penderita yang paling banyak mengalami oligomenorea adalah remaja pada masa pubertas dan perempuan yang hendak menopause. 

Selain itu, mengutip RS Pondok Indah, siklus menstruasi yang normal paling pendek adalah 21 hari dan terpanjang 35 hari. 

Jika Anda tidak melalui siklus yang teratur, bisa jadi ada masalah hormon. 

4. Nyeri Perut Saat Menstruasi

Gangguan saat menstruasi yang sering perempuan keluhkan adalah nyeri perut, terutama saat awal datang bulan. Rasa nyeri ini disebut dismenore yang terkadang menyebar dari perut bagian bawah ke punggung dan paha. 

Lalu, akan ada beberapa gejala yang menyertai seperti pusing, mual, dan muntah. Namun, rasa nyeri ini biasanya akan membaik setelah beberapa hari masa haid. 

Itulah sejumlah jenis masalah menstruasi yang perlu dihindari. Jika memang mengalami salah satu masalah di atas, perhatikan dulu penyebabnya sebelum melakukan tindak pengobatan. 

Beberapa penyebab dari gangguan menstruasi ini bisa terjadi karena indikasi radang vagina, perubahan hormon, kanker ovarium, atau penggunaan kontrasepsi. Untuk memastikan penyebabnya, Anda perlu melakukan pemeriksaan ke dokter.

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *