“Mencegah lebih baik mengobati” termasuk istilah yang sudah tidak asing terdengar di telinga. Jangan sampai istilah penting ini hanya menjadi slogan biasa saja padahal mempunyai makna penting. Terkadang orang sering lalai dalam menjaga kesehatan dan merasa sadar setelah sakit bahwa sehat itu memang mahal harganya. Agar hal ini tidak terjadi lagi tentunya jadikan istilah ini sebagai pedoman dengan cara melakukan skiring kesehatan. Jadi skrining adalah serangkaian pemeriksaan yang bertujuan untuk mengidentifikasi atau mendeteksi risiko penyakit yang ada dalam tubuh.
Dengan skrining kesehatan, dokter bisa mendeteksi dugaan adanya masalah kesehatan seperti penyakit yang belum diketahui sebelumnya. Jadi bisa dipastikan bahwa skrining sangat penting makanya berikut ini akan dibahas dengan lengkap tentang siapa saja dan kapan harus melakukan skrining kesehatan.
Siapa saja yang perlu melakukan skrining kesehatan?
Idealnya skrining kesehatan dilakukan secara rutin dan tidak terbatas pada usia dan juga jenis kelamin. Mulai dari anak-anak, orang dewasa, sampai orang tua yang lanjut usia bisa melakukan skrining sesuai dengan faktor risiko masing-masing. Namun berbeda usia biasanya ada perbedaan frekuensi melakukan skrining hingga jenis pemeriksaannya. Biar lebih jelas, berikut ini akan dijelaskan faktor-faktor terkait skrining kesehatan:
– Usia, bagi yang berumur di atas 40 tahun disarankan untuk rutin melakukan skrining kesehatan karena untuk mendeteksi penyakit kronis yang bisa muncul seiring bertambahnya usia.
– Jenis kelamin, mulai dari anak-anak bisa melakukan skrining meliputi pemeriksaan mata, telinga, hingga pertumbuhan. Lalu untuk skrining orang dewasa meliputi tekanan darah hingga kolesterol. Sedangkan untuk orang tua meliputi skrining yang lebih spesifik seperti gula darah, osteoporosis, dan yang lainnya.
– Riwayat keluarga, jika ada indikasi riwayat penyakit dalam keluarga misalkan diabetes atau darah tinggi maka diperlukan skrining lebih sering untuk mengetahui kondisinya.
– Gaya hidup, seseorang dengan gaya hidup tidak sehat seperti perokok atau sering minum alkohol perlu melakukan skrining secara berkala.
– Kondisi medis tertentu seperti kelebihan berat badan (obesitas) atau kolesterol tinggi perlu skrining rutin untuk memantau potensi terjadinya penyakit dalam tubuh.
Manfaat spesifik dilakukan skrining kesehatan
Manfaat utama skrining kesehatan adalah mendeteksi potensi terkait masalah kesehatan secara dini. Selain manfaat utama, ada juga manfaat spesifik dari skrining kesehatan. Pertama, mengindentifikasi faktor risiko yang mungkin terjadi sehingga dapat dilakukan pencegahan dengan optimal. Selanjutnya, bisa dilakukan pengobatan secara dini agar hasilnya menjadi lebih baik. Manfaat berikutnya adalah bisa mengurangi biaya kesehatan karena identifikasi penyakit tahap awal biasanya lebih murah dibanding kondisi yang sudah lebih parah. Adanya skrining kesehatan juga mampu meningkatkan kualitas hidup seseorang.
Persiapan melakukan skrining kesehatan
Sebelum melakukan skrining, tentu harus ada yang wajib dipersiapkan agar hasil skriningnya menjadi akurat dan tepat. Tahapannya dimulai dari konsultasi dengan dokter secara langsung. Setelah konsultasi, ikuti instruksi yang disuruh dengan lengkap mulai dari perlu puasa atau tidak, harus minum obat atau tidak, dan instruksi lainnya. Jangan lupa untuk membawa catatan riwayat kesehatan misalkan obat yang diminum hingga riwayat penyakit keluarga jika ada.
Setelah menjalani proses skrining kesehatan dengan lengkap dan tahu hasilnya. Selanjutnya adalah manfaatkan asuransi di BCA Life yang tepat sesuai kondisi kesehatan sebagai bentuk perlindungan kesehatan sekaligus finansial. Beberapa pilihan asuransi di BCA Life mulai dari asuransi kesehatan hingga asuransi penyakit kritis yang menawarkan cover asuransi berbagai macam penyakit. Cari tahu lebih lengkap informasi mengenai produk asuransi kesehatan BCA Life di website resmi atau konsultasi di HaloBCA sekarang juga.
